Lompat ke konten
PP Khozinatul Ulum BloraPP Khozinatul Ulum Blora

Sejarah

Diperbarui 21 Agustus 2026
Sejarah

Pondok Pesantren Khozinatul Ulum merupakan salah satu pondok pesantern yang berdiri di kota Blora. Pondok pesantren yang diasuh oleh KH. Muharror Ali ini terletak di kelurahan Mlangsen kecamatan kota Blora atau lebih tepatnya terletak di Jl. Mr. Iskandar No. XII/02 Mlangsen Blora.

Berdirinya pondok pesantren Khozinatul Ulum berawal dari keinginan seorang usahawan yang bernama H. Moch Djaiz. Beliau merasa prihatin melihat kondisi kota Blora yang sebagian besar wilayahnya masih dikelilingi hutan jati dengan masyarakat yang masih awam terhadap pengetahuan agama masih belum adanya lembaga pendidikan yang berlatar belakang pondok pesantren. Dengan kondisi tersebut beliau merasa harus adanya lembaga pondok pesantren yang dapat memberikan penyuluhan, bimbingan serta petunjuuk-petunjuk agama Islam kepada masyarakat Blora. Disi lain putri beliau yang bernama Umi Hani’ SM yang baru saja meneyelesaikan studinya menghafalkan al-Qur’ān 30 juz di pondok pesantren Al-Muayyad Surakarta juga menginginkan untuk dibuatkan pondok pesantren walaupun secara sederhana.

Atas dasar tersebut dan keinginan putrinya beliau bertambah semangat untuk segera merealisasikan keinginannya. Sebagai upaya pertama beliau berusaha mencarikan calon suami yang sesuai dengan putrinya agar kelak dapat mengelola serta me- menage pondok pesantren yang beliau cita-citakan. Puji syukur alhamdulillah atas izin dan pertolongan Allah SWT serta do’a restu dari tiga ulama’ termasyhur (KH. Muhammad Arwani Amin dari Kudus, KH. Abdullah Salam dan KH. MA. Sahal Mahfudz dari Kajen Pati) keinginan beliau terpenuhi dengan mendapatkan seorang menantu yang bernama Muharror Ali dari Robayan Jepara. Senada dengan putri beliau, Muharror Ali juga baru saja menyelesaikan study non formalnya di pondok pesanten Yanbu’ul Qur’an Kudus.

Setelah menjadi menantu H. Moch. Djaiz, beliau (Muharror Ali) nawaitu mendirikan pondok pesantren dengan memilih Khozinatul Ulum sebagai nama pondok pesantren tersebut. Pemilihan nama tersebut bukan tanpa alasan, selain merupakan nama pemberian dari seorang Ulama’ yang juga guru beliau KH. M. Arwani Amin, nama tersebut juga mengandung maksud tafa’ulan (pengharapan). Khozinatul Ulum yang terdiri dari kata Khozin yang berarti tempat penyimpanan dan kata ulum yang berarti beberapa ilmu sengaja dipilih agar nantinya pondok pesantren tersebut menjadi tempat penyimpanan dari berbagai macam ilmu yang dapat dirasakan oleh umat. Setelah pemberian nama tersebut maka berdirilah pondok pesantren di kota Blora yang bernama Khozinatul Ulum pada tahun 1981 M.

Untuk menguraikan perkembangan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Blora penulis mengelompokkan dengan tahun periode, yaitu sebagai berikut:

  • Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Tahun 1981-2000

Pada awal perkembangan pondok pesantren ini berdiri santri yang mengaji adalah anak-anak kampung dan anak nglaju (santri yang ditempuh dari rumah). Pada masa ini sistem pendidikannya pun masih sangat tradisional yaitu dengan sistem sorogan dan wetonan. Namun Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya santri yang belajar di pondok pesanten tersebut sedilit demi sedikit mulai berkembang dengan berdirinya lembaga pendidikan diantaranya:

  • Lembaga pendidikan al-Qur’ān yang meliputi Taman Pendidikan al-Qur’an , Pengajian al-Qur’ān bin Nadri 30 juz, Hafalan al-Qur’ān bil Hifzi 30 juz.
  • Lembaga Pendidikan Non Formal yang meliputi Madrasah Diniyyah Awwaliyah Wustho dan Ulya.
  • Lembaga Pendidikan Formal yang meliputi Madrasah Tsanawiyyah (Mts) dan Madrasah Aliyah (MA)
  • Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Tahun 2001-2010

Pada perkembangan selanjutnya pondok pesantren ini terus mengalami perkembangan yang signitif. Pada kurun waktu satu dekade ini telah berdiri lembaga pendidikan Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin (STIU) yang selanjutnya berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI). Selain itu juga berdiri Madrasah Ibtidaiyyah (MI) Plus untuk melengkapi lembaga pendidikan formal yang sudah ada sebelumnya.

Di luar berdirinya dua lembaga pendidikan di atas turut berdiri pula Pondok Pesantren Khozinatul Ulum I. Pondok Pesantren ini merupakan cabang dari pondok pesantren Khozinatul Ulum yang sengaja diperuntukkan bagi anak-anak usia dini. Pondok Pesantren Khozinatul Ulum I bertempat di Jl. Mr. Iskandar 117 B Blora dan diasuh oleh KH. Ahmad Zaky Fuad (Putra pertama KH. Muharror Ali).

Senada dengan berdirinya Pondok Pesantren Khozinatul Ulum I, berdiri juga Pondok Pesantren Khozinatul Ulum II yang tidak lain juga merupakan cabang dari Pondok Pesantren Khozinatul Ulum. Pondok Pesantren Khozinatul Ulum II adalah Pondok Pesantren Khozinatul Ulum yang disediakan bagi mahasiswa dan santri yang sekolah luar (sekolah yang ada di luar Pondok Pesantren Khozinatul Ulum). Pondok Pesantren ini bertempat di Jl. Mr. Iskandar No. 45 Blora dan diasuh oleh KH. Ahmad Labib Hilmy (Putra ke-dua KH. Muharror Ali). Disana juga dilengkapi madrasah diniyah yang peruntukkan bagi anak-anak yang ada di masyarakat sekitar pondok pesantren. Selain itu juga ada program tahfi ẓ khusus santri putri

Pondok Pesantren Khozinatul Ulum Tahun 2011-sekarang

Setelah mengalami perkembangan yang begitu signitif dari tahun ke tahun tidak membuat pondok pesanten Khozinatul Ulum berhenti untuk terus melebarkan sayapnya. Hal itu ditandai dengan berdirinya cabang pondok pesantren Khozinatul Ulum selanjutnya yaitu pondok pesanten khozinatul Ulum III. Pondok Pesantren ini diasuh oleh KH. Ahmad Fahim Mulabby (Putra ke-tiga KH. Muharror Ali) dan terletak cukup jauh dari pondok pesantren Khozinatul Ulum, yaitu bertempat di Jl. Blora-Purwodadi KM 3 tepatnya di desa Taman Rejo Kec. Tunjungan Kab. Blora. Tidak beda jauh dengan pondok pesantren Khozinatul Ulum II di sana juga disediakan bagi mahasiswa atau santri yang sekolah di luar pondok pesantren Khozinatul Ulum.

Selanjutnya yang terbaru adalah berdirinya pondok pesanten Khozinatul Ulum IV yang diasuh oleh Dr. H. A. Nur Ihsan Sholeh. Beliau adalah menantu KH. Muharror Ali yang merupakan suami dari H. Nur Hilwa Layyina (putra ke-4 KH. Muharror Ali). Berdirinya pondok pesanten Khozinatul Ulum IV turut mengiring i berdirinya Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang bernama An-Nawa Khozinatul Ulum Blora.

Dengan demikian pondok pesantren Khozinatul Ulum yang sudah berumur sepertiga abad bisa dibilang sebagai lembaga pendidikan yang sesuai dengan masa kini. D engan sarana prasarana dan lembaga pendidikan yang lengkap baik formal maupun non formal,