Karya: Luthfia Nisfi M.
Teruntuk Sang Bumi
Tanah Jawa disemayamkan berjuta kisah
Merambah pada akar keindahan penuh bijaksana
Sejarah kekal didalam jiwamu
Masuk tersangkut menyalakan lentera hikmah yang mengalir beriring masa berganti
Akulah Blora
Kota seni yang mengisi hati para penikmat
Melukis hamparan pandang yang merdeka
Dibalik kesunyian kudendangkan syair-syair kedamaian
Meramu berkah Tuhan yang bernaung keajaiban
Akulah Blora
Kota logika yang menjunjung tinggi bahasa budaya
Menghirup keramahan pohon jati yang teduh melambai alam
Memandang sawah-sawah petani yang menyerunai subur akan zat kapur yang bersembunyi makmur
Menggenggam minyak bumi yang hadirnya terpendam
Akulah Blora
Warna-warni tayub masih eksentrik di jaman lawas
Menjadi tradisi populer yang abadi di masyarakat
Seni Barong beresensi kekeluargaan,kesederhanaan,dan keberanian
Memiliki suku Samin yang berotak idealis
Kesucian jiwa dan kejujuran melekat dalam indahnya nilai kesukuan
Berbudi luhur dan adiluhung menjadi lambang kesenian Blora
Akulah Blora
Kota sastra yang melahirkan si cerdas Pramoedya Ananta Toer
Menghasilkan ratusan karya yang mengerikan pembaca
Menjadi Bapak Blora yang berkobar keras menyemangati pemuda-pemudinya untuk menuntut ilmu dan peduli budaya negerinya
Menuangkan pikiran kerja keras serta rasa tanggungjawab setiap hati para rakyat
Akulah Blora
Di kota yang merdu dicandra dalang sebagai
Memayu Hayuning Bawana